Showing posts with label bacaan jama' imam sepuluh. Show all posts
Showing posts with label bacaan jama' imam sepuluh. Show all posts

Monday, August 22, 2011

JAMA' IMAM SEPULUH (BAQARAH, 6)


إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ


Al-Syatibiyyah:

- Qalun baca secara tawassut al-muttasil dan sukun mim al-jama’ secara khilaf dan tashil [1]hamzah yang kedua beserta idkhal [2]pada kalimah ءأَنذَرْتَهُمْ, hanya al-Durri Abu ‘Amru dan Hisyam (wajah pertama) ikut.[3]

- Al-Susi membaca ibdal pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Hisyam (wajah kedua) membaca dengan tahqiq kedua-dua hamzah beserta idkhal.

- Ibn Zakwan dengan tahqiq kedua-dua hamzah tanpa idkhal, ‘Asim dan al-Kisaei ikut.

- Qalun membaca pula silah mim al-jama’ secara khilaf dengan qasr dan tashil hamzah yang kedua beserta idkhal pada kalimah ءأَنذَرْتَهُمْ

- Ibn Kathir membaca silah mim al-jama’ dan tashil hamzah yang kedua tanpa idkhal pada kalimah ءأَنذَرْتَهُمْ

- Qalun membaca pula secara tawassut pada silah mim al-jama’ dan tashil hamzah yang kedua beserta idkhal pada kalimah ءأَنذَرْتَهُمْ .[4]

- Warsy membaca dengan mad al-Muttasil, tashil hamzah kedua[5] tanpa idkhal, mad silah mim al-jama’ [6]dan ibdal pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Warsy membaca dengan mad al-Muttasil, ibdal hamzah kedua menjadi huruf mad[7], mad silah mim al-jama’ dan ibdal pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Hamzah membaca dengan dommah huruf ha’ pada kalimah عَلَيْهِمْ , tahqiq kedua-dua hamzah pada kalimah ءأَنذَرْتَهُمْ serta ibdal pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Khalaf (wajah kedua) membaca saktah sakin mafsul pada kalimah أَمْ ءأَنذَرْتَهُمْ عَلَيْهِمْ serta ibdal pada kalimah يُؤْمِنُونَ



[1] Kata al-Syatibi (Hirz, bab al-Hamzatain min kalimah, mk 15):

وتسهيل أخرى همزتين بكلمة سما

[2] Kata al-Syatibi (Hirz, bab al-Hamzatain min kalimah, mk 16):

ومدك قبل الفتح والكسر حجة بها لذ

[3] Maka yang tidak mengikut bacaan Qalun yang pertama ini adalah Warsy, Ibn Kathir, al-Susi, Hisyam (wajah kedua), Ibn Zakwan, ‘Asim, Hamzah dan al-Kisaei.

[4] Maka baki imam yang tidak membaca lagi setakat bacaan Qalun yang ketiga ini adalah Warsy dan Hamzah.

[5] Kata al-Syatibi (Hirz, bab al-Hamzatain min kalimah, mk 15):

و في بغداد يروى مسهلا

[6] Kata al-Syatibi (Hirz, bab Surah Umm al-Qur’an, mk 10):

ومن قبل همز القطع صلها لورشهم

[7] Kata al-Syatibi (Hirz, bab al-Hamzatain min kalimah, mk 15):

وقل ألفا عن أهل مصر تبدلت لورش


Thursday, May 26, 2011

JAMA' IMAM SEPULUH (BAQARAH, 5)

أُوْلَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ

Al-Syatibiyyah:

- Qalun baca dengan tawassut al-Muttasil dengan sukun mim al-Jam’ pada kalimah رَبِّهِمْ semua ikut kecuali Warsy, Ibn Kathir dan Hamzah.[1]

- Qalun membaca pula dengan silah mim al-Jam’ pada kalimah رَبِّهِمْ dan Ibn Kathir ikut.[2]

- Warsy membaca dengan mad al-Muttasil dan Hamzah ikut.

Al-Durrah:

- Qalun baca dengan tawassut al-Muttasil dengan sukun mim al-Jam’ pada kalimah رَبِّهِمْ semua ikut kecuali Warsy, Ibn Kathir, Hamzah dan Abu Ja’far.[3]

- Qalun membaca pula dengan silah mim al-Jam’ pada kalimah رَبِّهِمْ dan Ibn Kathir serta Abu Ja’far ikut.

- Warsy membaca dengan mad al-Muttasil dan Hamzah ikut.

Al-Toyyibah:

- Qalun baca dengan tawassut al-Muttasil dengan sukun mim al-Jam’ pada kalimah رَبِّهِمْ semua ikut kecuali al-Azraq, Ibn Kathir, Ibn Zakwan (wajah kedua), Hamzah, Abu Ja’far dan Ya’qub (wajah kedua)[4]

- Ya’qub (wajah kedua) membaca ha’ saktah pada kalimah الْمُفْلِحُونَ

- Qalun membaca pula dengan silah mim al-Jam’ pada kalimah رَبِّهِمْ dan Ibn Kathir serta Abu Ja’far ikut[5].

- Al-Azraq membaca dengan mad al-Muttasil dan Ibn Zakwan (wajah kedua) serta Khallad (wajah kedua) ikut.

- Hamzah (termasuk wajah pertama Khallad) membaca dengan saktah pada mad muttasil.



[1] Maka yang mengikut bacaan Qalun yang pertama ini adalah Abu ‘Amru, Ibn ‘Amir, ‘Asim dan al-Kisaei

[2] Maka yang masih tidak membaca lagi setakat bacaan Qalun yang kedua ini ialah Warsy dan Hamzah

[3]Maka yang mengikut bacaan Qalun yang pertama ini adalah Abu ‘Amru, Ibn ‘Amir, ‘Asim, al-Kisaei, Ya’qub dan Khalaf al-‘Asyir

[4]Maka yang mengikut bacaan Qalun yang pertama ini adalah Asbahani, Abu ‘Amru, Hisyam, Ibn Zakwan (wajah pertama) ‘Asim, al-Kisaei, Ya’qub (wajah pertama) dan Khalaf al-‘Asyir.

[5] Maka yang masih tidak membaca lagi setakat turutan bacaan yang ketiga ini yang ialah al-Azraq, Ibn Zakwan (wajah kedua) dan Hamzah.

Saturday, May 7, 2011

JAMA' IMAM SEPULUH (BAQARAH, 4)

Disebabkan ayat keempat ini terdapat mad al-munfasil padanya, adalah lebih elok difahami dahulu kaedah ikhtiyar[1] imam-imam terhadap mad al-Munfasil sekaligus mad al-Muttasil

Al-Syatibiyyah:

1. Munfasil:

- Qasr[2] : Ibn Kathir dan al-Susi secara qaulan wahidan dan Qalun serta al-Durri Abu ‘Amru secara khilaf.

- Tawassut: Ibn ‘Amir, ‘Asim, al-Kisaei secara qaulan wahidan serta Qalun serta al-Durri Abu ‘Amru secara khilaf.

- Mad atau Isyba’: Warsy dan Hamzah secara qaulan wahidan.

2. Muttasil:

- Tawassut: Qalun, Ibn kathir, Abu ‘Amru, Ibn ‘Amir, ‘Asim, al-Kisaei secara qaulan wahidan.

- Mad atau Isyba’: Warsy dan Hamzah secara qaulan wahidan.

Al-Durrah:

1. Munfasil:

- Qasr : Ibn Kathir ,al-Susi, Abu Ja’far dan Ya’qub[3] secara qaulan wahidan dan Qalun serta al-Durri Abu ‘Amru secara khilaf.

- Tawassut: Ibn ‘Amir, ‘Asim, al-Kisaei dan Khalaf al-‘Asyir secara qaulan wahidan serta Qalun serta al-Durri Abu ‘Amru secara khilaf.

- Mad atau Isyba’: Warsy dan Hamzah secara qaulan wahidan.

2. Muttasil:

- Tawassut: Qalun, Ibn kathir, Abu ‘Amru, Ibn ‘Amir, ‘Asim, al-Kisaei, Abu Ja’far, Ya’qub dan Khalaf al-‘Asyir[4] secara qaulan wahidan.

- Mad atau Isyba’: Warsy dan Hamzah secara qaulan wahidan.

Al-Toyyibah:

1. Munfasil:

- Qasr[5] : Ibn Kathir, Abu Ja’far secara qaulan wahidan dan Qalun, Asbahani, Abu ‘Amru, Hisyam, ‘Asim dan Ya’qub secara khilaf.

- Tawassut[6]: al-Kisaei dan Khalaf al-‘Asyir secara qaulan wahidan serta Qalun, Asbahani, Abu ‘Amru, Hisyam, Ibn Zakwan, ‘Asim dan Ya’qub secara khilaf.

- Mad atau Isyba’[7]: Warsy dan Hamzah secara qaulan wahidan serta Ibn Zakwan secara khilaf.

2. Muttasil:

- Tawassut: Qalun, Ibn kathir, Abu ‘Amru, Hisyam, ‘Asim, al-Kisaei, Abu Ja’far, Ya’qub dan Khalaf al-‘Asyir secara qaulan wahidan dan Ibn Zakwan secara khilaf.

- Mad atau Isyba’: Warsy dan Hamzah secara qaulan wahidan serta Ibn Zakwan secara khilaf.

بسم الله الرحمن الرحيم

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Al-Syatibiyyah:

- Qalun baca secara qasr al-munfasil dan sukun mim al-jama’ secara khilaf pada kalimah هُمْ , hanya al-Durri Abu ‘Amru (wajah pertama) sahaja ikut.[8]

- Qalun membaca pula silah mim al-jama’ pada kalimah هُمْ dan Ibn Kathir ikut.

- Qalun membaca pula secara tawassut al-munfasil dan sukun mim al-jama’ secara khilaf pada kalimah هُمْ , al-Durri Abu ‘Amru (wajah kedua), Ibn ‘Amir, ‘Asim dan al-Kisaei ikut .[9]

- Qalun membaca pula silah mim al-jama’ pada kalimah هُمْ

- Hamzah baca secara mad al-munfasil dan saktah[10] pada kalimah وَبِالآخرَةِ

- Khallad (wajah kedua) pula ikut dengan meninggalkan saktah [11]pada kalimah وَبِالآخرَةِ

- Warsy baca tarqiq ra[12]’, naqal[13] dan tathlis al-Badal [14]pada kalimah وَبِالآخرَةِ dan ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Al-Susi baca qasr al-munfasil beserta ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

Al-Durrah:

- Qalun baca secara qasr al-munfasil dan sukun mim al-jama’ secara khilaf pada kalimah هُمْ , al-Durri Abu ‘Amru (wajah pertama) dan Ya’qub ikut.[15]

- Qalun membaca pula silah mim al-jama’ pada kalimah هُمْ dan Ibn Kathir ikut.

- Qalun membaca pula secara tawassut al-munfasil dan sukun mim al-jama’ secara khilaf pada kalimah هُمْ , al-Durri Abu ‘Amru (wajah kedua), Ibn ‘Amir, ‘Asim, al-Kisaei dan Khalaf al-‘Asyir ikut .[16]

- Qalun membaca pula silah mim al-jama’ pada kalimah هُمْ

- Hamzah baca secara mad al-munfasil dan saktah pada kalimah وَبِالآخرَةِ

- Khallad (wajah kedua) pula ikut dengan meninggalkan saktah pada kalimah وَبِالآخرَةِ

- Warsy baca tarqiq ra’, naqal dan tathlis al-Badal pada kalimah وَبِالآخرَةِ dan ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Al-Susi baca qasr al-munfasil beserta ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Abu Ja’far baca silah mim al-Jama’, qasr al-munfasil beserta ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

Al-Toyyibah

- Qalun baca secara qasr al-munfasil dan sukun mim al-jama’ secara khilaf pada kalimah هُمْ , Abu ‘Amru, Hisyam, ‘Asim dan Ya’qub (kesemuanya wajah pertama) ikut.[17]

- Qalun membaca pula silah mim al-jama’ pada kalimah هُمْ dan Ibn Kathir ikut.

- Qalun membaca pula secara tawassut al-munfasil dan sukun mim al-jama’ secara khilaf pada kalimah هُمْ , Abu ‘Amru (wajah ketiga), Hisyam (wajah kedua), Ibn Zakwan (wajah kedua) ‘Asim (wajah kedua), al-Kisaei, Ya’qub (wajah kedua) dan Khalaf al-‘Asyir ikut .[18]

- Qalun membaca pula silah mim al-jama’ pada kalimah هُمْ

- Ibn Zakwan (wajah pertama) membaca dengan mad al-munfasil, khallad ikut[19] (wajah kedua)

- Hamzah baca secara mad al-munfasil dan saktah pada mad al-Munfasil [20]dan kalimah وَبِالآخرَةِ [21]

- Asbahani baca qasr al-munfasil beserta naqal [22]pada kalimah وَبِالآخرَةِ dan ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ ,

- Asbahani baca tawassut al-munfasil beserta naqal pada kalimah وَبِالآخرَةِ dan ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Al-Azraq baca tarqiq ra’[23], naqal dan tathlis al-Badal [24]pada kalimah وَبِالآخرَةِ dan ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Abu ‘Amru (wajah kedua) baca qasr al-munfasil beserta ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Abu ‘Amru (wajah keempat) baca tawassut al-munfasil beserta ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ

- Abu Ja’far baca silah mim al-Jama’, qasr al-munfasil beserta ibdal hamzah pada kalimah يُؤْمِنُونَ



[1] Ikhtiyar ini hanya melibatkan kaedah dua martabat sahaja bagi pengertian mad, iaitu tawassut dan isyba’. Secara hakikatnya ada beberapa martabat yang dinaqalkan daripada imam-imam. Demi untuk menjimatkan masa, adalah lebih baik digunakan 2 martabat ini sahaja. Untuk lebih jelas dalam memahami kesemua martabat sila lihat al-Dani, al-Taysir fi al-Qira’at al-Sab’ (1996), mk 35. Lihat juga Felza Zulhibri b. Abd Hamid (2010),Riwayat Hafs bin Sulayman al-Kufi: Kajian Perbandingan antara Tariq al-Shatibiyyah dengan Tariq al-Jazariyyah. Disertasi, Jabatan al-Quran dan al-Hadith, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, mk 81.

[2] Kata al-Syatibi (Hirz, bab al-Mad wa al-Qasr, mk 14):

فإن ينفصل فالقصر بادره طالبا بخلفهما يرويك درا ومخضلا

[3] Kata Ibn al-Jazari (al-Durrah, al-Mad wa al-Qasr, mk 17):

وما انفصل اقصرن ألا حز

[4] Kata Ibn al-Jazari (al-Durrah, al-Mad wa al-Qasr, mk 17):

ومدهم وسط

[5] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr,bab al-Mad wa al-Qasr, mk 42):

وقصر منفصل بن لي حما عن خلفهم داع ثمل

[6] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr,bab al-Mad wa al-Qasr, mk 42):

وعن باقي الملا وسط

[7] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr,bab al-Mad wa al-Qasr, mk 42):

إن حرف مد قبل همز طولا جد فد ومز خلفا

[8] Maka yang tidak mengikut bacaan Qalun yang pertama ini adalah Warsy, Ibn Kathir, al-Durri Abu ‘Amru (wajah kedua), al-Susi, Ibn ‘Amir, ‘Asim, Hamzah dan al-Kisaei.

[9] Maka baki imam yang tidak membaca lagi setakat bacaan Qalun yang ketiga ini adalah Warsy, al-Susi dan Hamzah

[10] Kata al-Syatibi (Hirz, bab Naql Harakat al-Hamz ila al-Sakin Qablaha, mk 19):

وعنده روى خلف فى الوصل سكتا مقللا

[11] Kata al-Syatibi (Hirz, bab Naql Harakat al-Hamz ila al-Sakin Qablaha, mk 19):

وبعضهم لدى اللام للتعريف عن حمزة تلا وشئ وشيا لم يزيد

[12] Kata al-Syatibi (Hirz, bab Mazahibhim fi al-Ra’at, mk 28):

ورقق ورش كل راء وقبلها مسكنة ياء أو الكسر موصلا

[13] Kata al-Syatibi (Hirz, bab Naql Harakat al-Hamz ila al-Sakin Qablaha, mk 19):

وحرك لورش كل ساكن اخر صحيح بشكل الهمز واحذفه مسهلا

[14] Bermula dengan qasr kemudian tawassut dan akhirnya mad. Kata al-Syatibi (Hirz, bab al-Mad wa al-Qasr, mk 14):

وما بعد همز ثابت أو مغير فقصر وقد يروى لورش مطولا ووسطه قوم

[15] Maka yang tidak mengikut bacaan Qalun yang pertama ini adalah Warsy, Ibn Kathir, al-Durri Abu ‘Amru (wajah kedua), al-Susi, Ibn ‘Amir, ‘Asim, Hamzah dan al-Kisaei, Abu Ja’far dan Khalaf al-‘Asyir

[16] Maka baki imam yang tidak membaca lagi setakat bacaan Qalun yang ketiga ini adalah Warsy, al-Susi, Hamzah dan Abu Ja’far.

[17] Maka yang tidak mengikut bacaan Qalun yang pertama ini adalah Warsy (Asbahani dan al-Azraq), Ibn Kathir, Abu ‘Amru (wajah kedua,ketiga dan keempat), al-Susi, Hisyam (wajah kedua),Ibn Zakwan, ‘Asim (wajah kedua), Hamzah dan al-Kisaei, Abu Ja’far, Ya’qub (wajah kedua) dan Khalaf al-‘Asyir

[18] Maka baki imam yang tidak membaca lagi setakat bacaan Qalun yang ketiga ini adalah Warsy (Asbahani dan al-Azraq), Abu ‘Amru (wajah kedua dan keempat), Ibn Zakwan (wajah pertama), Hamzah dan Abu Ja’far.

[19] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr, bab al-Sakt ‘ala al-Sakini Qabla al-Hamzi wa Ghayrihi, mk 47):

أو ليس عن خلاد السكت اطرد

[20] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr, bab al-Sakt ‘ala al-Sakini Qabla al-Hamzi wa Ghayrihi, mk 47):

وقيل بعد مد

[21] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr, bab al-Sakt ‘ala al-Sakini Qabla al-Hamzi wa Ghayrihi, mk 47):

والسكت عن حمزة في شئ وأل

[22] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr, bab Naql Harakat al-Hamzah ila al-Sakin Qablaha, mk 47):

وانقل إلى الآخر غير حرف مد لورش

[23] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr, bab Mazahibhim fi al-Ra’at, mk 54):

والراء عن سكون ياء رقق أو كسرة من كلمة للأزرق

[24] Kata Ibn al-Jazari (Tayyibah al-Nashr, bab al-Mad wa al-Qasr, mk 42):

وأزرق إن بعد همز حرف مد مد له واقصر ووسط